Profil
Yayasan Pondok Pesantren Hidayatul Qur’an Al-Blitari Cepoko Klemunan Wlingi Blitar, didirikan pada tahun 1996 oleh ibu Nyai Hj. Fuaddiniyah pendirian Pondok Pesantren ini bertujuan untuk mendidik santri Indonesia yang berguna dan bermanfaat bagi masyarakat serta bangsa indonesia. Para santri dibina agar menjadi generasi yang cinta Al-qur’an yang Lafdzon, Ma’nan, wa Amalan. Pondok Pesantren Hidayatul Qur’an berkembang dan maju dengan menambah pendidikan formal TK, MI, dan MTs di lingkungan pesantren dengan jarak kurang lebih 1km dari pondok.
Sejarah
Sekitar tahun 1996, Di lingkungan Cempaka RT03 RW05 Kelurahan Klemunan Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar tersebutlah nama Ibu Nyai Hj. Fuaddiniyah, seorang hafidzah dari Tulungagung yang menikah dengan pemuda dari Cepoko Wlingi yaitu Bpk Drs. KH. Khoirul Anam. Beliau menikah pada tahun 1995 dan menetap di Blitar. Sedikit banyak warga sekitar mulai mengenal beliau dan tidak sedikit pula yang belajar mengaji kepada beliau, namun santri-santri beliau masih anak-anak tetangga.
Pada awalnya mereka mengaji berangkat dari rumah, lama kelamaan ada yang mulai mukim. Ditahun berikutnya, seorang santri mukim datang dan ingin belajar mengaji Al-Qur’an kepada beliau. Beliau dengan senang hati menerima santri tersebut.
“Addiniyah” adalah nama yang beliau ambil untuk dijadikan nama pondok yang baru saja beliau rintis bersama sang suami. Pondok pesantren ini merupakan lembaga tahfidz murni tanpa ada campuran ngaji kitab.
Sampai pada tahun 2010 dibukalah pendaftaran santri baru dengan ditambah adanya pendidikan formal disekitar lingkungan pondok. Setingkat Taman Kanak-Kanak dan Madrasah Ibtidaiyah yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki. Ditahun ini juga jumlah santri meningkat. Pada tahun 2015 pondok pesantren addiniyah berubah nama menjadi “Hidayatul Qur’an” atas saran dari beliau bapak KH. Imam Hanafi Ahyad dari Pondok Mahyajatul Qurro’ Kunir Wonodadi Blitar. Dengan penggantian nama tersebut diharapkan para santri mendapat hidayah dari Al-Qur’an yang dipelajari setiap harinya.
Dengan telaten dan ikhlas Ibu Nyai Hj. Fuaddiniyah membimbing, mengajari santri-santri beliau agar menjadi pribadi yang lebih baik dan dapat menjunjung tinggi derajad orang tua. Dan sampailah pada tahun 2018 Ibuk dan Ayah atas izin Allah SWT mendapatkan panggilan berangkat ketanah suci untuk menunaikan rukun islam yang ke-5 yaitu haji. Dengan bertambahnya jumlah santri yang semakin banyak maka Ibu Nyai Hj. Fuaddiniyah beserta Bapak Drs. KH. Khoirul Anam mendirikan yayasan pada 2020. Ditahun ini juga santri mengalami peningkatan yang besar. Ditahun berikutnya pondok mengajukan surat izin legal pada kemenag dan di setujui pada april 2022.
Dengan dibantu selanjutnya pada tahun 2024 tepatnya pada 19 februari Ibu Nyai Hj. Fuaddiniyah menikahkan putra beliau yaitu Agus Mohammad Wilda Faqihana. Seiring berjalannya waktu, Pondok Pesantren juga melakukan pembangunan gedung baru dengan donatur tetap yaitu Bapak. H. Ibrahim dari Brunei Darussalam. Pembangunan ini bertujuan agar dapat menampung lebih banyak santri dan gedung baru ini diresmikan pada 18 april 2024. Ditahun 2024 ini santri berjumlah kurang lebih 100 santri.
Beliau memiliki 4 putra yaitu :
Yang dikemudian hari akan melanjutkan keberlangsungan pondok pesantren.
Visi
“Terwujudnya insan muslim yang cinta Al-Qur’an dengan selalu membaca, menghafal, mengerti isi, mengamalkan dan mendakwahkannya.”
Misi
PENDIDIKAN
Pendidikan formal masih belum Satu Yayasan dari lingkungan pondok, berikut adalah sekolah yang menjalin kerja sama dengan Pondok Pesantren :
Fasilitas
Kegiatan nonformal :
Prestasi :